Anjelina Tukan : Pegiat Literasi Komunitas Nara Eban di Desa Bantala Larantuka

FLORES TIMUR – Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) mengambil langkah progresif dalam mewujudkan keadilan energi di tingkat akar rumput. Melalui program “We For JET” yang diinisiasi bersama Oxfam-Penabulu, YPPS menggelar pelatihan intensif bagi perempuan untuk menjadi agen GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) dalam transisi energi yang berkeadilan pada Selasa, 28 April 2026.
Kegiatan strategis ini menghadirkan 29 perwakilan perempuan dari enam komunitas dampingan di Kabupaten Flores Timur, meliputi Desa Bantala, Serinuho, Hurung, Homa, Lambunga, dan Adobala.
Fokus utama pelatihan adalah mengintegrasikan peran perempuan dalam pengelolaan energi, mengingat posisi mereka sebagai konsumen energi primer dalam rumah tangga yang sering terdampak langsung oleh ketimpangan akses bahan bakar.

Pelatihan ini mencakup empat sesi krusial, dimulai dari penguatan kepemimpinan hingga analisis inklusi sosial. Kristina Bura, salah satu peserta yang kini menjabat sebagai Ketua SILC (Saving and Internal Lending Communities), menegaskan komitmennya untuk tumbuh menjadi pemimpin komunitas yang tangguh.
Selain aspek kepemimpinan, para peserta dibekali pemahaman mengenai empat pilar utama GEDSI, yaitu akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat dalam pengelolaan energi terbarukan.
Penulis: Anjelina Tukan : Pegiat Literasi Komunitas Nara Eban di Desa Bantala Larantuka
Sumber: zamannews.id: https://zamannews.id/2026/04/29/pionir-transisi-energi-ypps-perkuat-kepemimpinan-perempuan-agen-gedsi-di-flores-timur/









