Kawan YPPS
  • Home
  • Program YPPS
  • News
  • Profil YPPS
    • Sejarah
    • Kemitraan
    • Kondisi Terkini
No Result
View All Result
  • Home
  • Program YPPS
  • News
  • Profil YPPS
    • Sejarah
    • Kemitraan
    • Kondisi Terkini
No Result
View All Result
Kawan YPPS
No Result
View All Result
Home Environment
“Koka”, Media Penyimpan Benih Adaptif Iklim

“Koka”, Media Penyimpan Benih Adaptif Iklim

KawanYPPS by KawanYPPS
Oktober 17, 2022
in Environment, Program YPPS
0
0
SHARES
51
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Koka, Media Penyimpan Benih

Selasa, 11 Oktober 2022, Saya ditemani bapak Blasius Kuda Goran menelusuri kawasan hutan kampung lama Lewokung desa Mokantarak kecamatan Larantuka kabupaten Flores Timur. Kawasan hutan seluas 750 H merupakan kawasan hutan lindung dan sebagian lainnya merupakan hutan kemasyarakatan. Di dalam kawasan hutan kemasyarakatan, pihak Kehutanan memberikan izin kelola selama 35 tahun, untuk ditanami tanaman Hasil Hutan Bukan Kayu(HHBK). Sekarang kawasan hutan kemasyarakatan sudah penuh dengan hutan kemiri. Petualangan kali ini untuk menelusuri habibat pohon Te’et/Sukun Hutan. Dimana pohon Te’et teridentifikasi sebagai salah satu media penyimpan benih yang adaptif terhadap iklim, oleh petani Mokantarak menyebutnya Koka. Kegiatan identifikasi media penyimpan benih termasuk keluaran dari salah satu program INCIDENT, yakni peningkatan kapasitas pertanian cerdas iklim, kerjasama CRS Indonesia dan YPPS.

Menurut Blasius Kuda Goran, Koka merupakan media penyimpan benih bagi sebagian besar petani di desa Mokantarak. Koka tersimpan di masing-masing Orin (pondok). Koka terbuat dari kulit pohon Te’et (nama lokal) atau Sukun Hutan. Perjalanan kami menelusuri kawasan hutan Lewokung menempuh 2,5 jam hingga menemui ratusan hutan Te’et di lokasi Anonas.  Kemudian Bapa Blasius menunjukkan bentuk daun dan pohon Te’et. Ternyata, Te’et ini di kampung saya (Maumere) lebih banyak gunakan kulitnya untuk pintal tali (tali mune). Talinya sangat kuat dan tahan air.

Tidak selamanya semua pohon Te’et bisa disamak kulitnya untuk pembuatan Koka. Sebab Te’et yang tumbuh di daerah lereng atau perbukitan, kambiumnya sangat tipis. Sehingga kulitnya menjadi tipis dan keras daya lekatnya pada batang pohon. Maka hanya Te’et yang tumbuh di dataran lembah yang memiliki kambium yang tebal.  Selain itu, hanya Te’et ukuran sedang yang bisa ditebang untuk disamak kulitnya. Alasannya, jika batang pohon Te’et yang berdiameter besar, akan sulit dalam proses penyamakan karena berat bebannya. Cara penyamakan pun tidaklah sulit. Dimana setelah pohonnya ditebang. batangnya di bagi sesuai ukuran. Kemudian dipukul-pukul dengan batang kayu, agar kambiumnya terlepas dari batang pohon. Lalu di belah dan disamak kulitnya. Selanjutnya dibentuk sesuai ukuran dan di jemur,  ujar Blasius Kuda Goran, Pengrajin Koka.

Hutan Pohon Te’et, di kawasan hutanAnonas kampung Lewokung desa Mokantarak Flores Timur

Jika dibandingkan Raha ( sejenis sokal) yang terbuat dari anyaman daun lontar, Koka sebagai media penyimpan benih yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim. Sebab Koka bisa tahan panas, tahan air, tahan lapuk, anti rayap dan anti hama tikus. Koka yang berdiameter besar bisa menampung 1-2 ton gabah kering benih. Selain sebagai media pembuatan Koka, Te’et juga berfungsi mencegah banjir dan erosi. Perlu adanya ujicoba metode pengambilan kulit te’et tanpa menebang pohonnya. Sehingga hutan Te’et /Sukun Hutan terlestasi dalam kawasan konservasi.*** (Penulis: Bung Sila/Editor: Adi)

Related Posts

SILC Spensano, Ruang Belajar Finansial di Komunitas Pendidikan
New Post

SILC Spensano, Ruang Belajar Finansial di Komunitas Pendidikan

SILC Perkarin Desa Homa Membuktikan Perempuan Memimpin Transisi Energi dengan Aset Rp62,6 Juta
New Post

SILC Perkarin Desa Homa Membuktikan Perempuan Memimpin Transisi Energi dengan Aset Rp62,6 Juta

Perjalanan Pertama Rianti ke Dunia yang Lebih Luas: Catatan dari CBA20 Manila 2026
Salam

Perjalanan Pertama Rianti ke Dunia yang Lebih Luas: Catatan dari CBA20 Manila 2026

Tanpa Bank, Tanpa Rentenir, Silc Uto Wain Himpun Rp79 Juta Dan Bagi Keuntungan
Program YPPS

Tanpa Bank, Tanpa Rentenir, Silc Uto Wain Himpun Rp79 Juta Dan Bagi Keuntungan

Komunitas Wolosina Watoboki Dan Riang Lela Rancang Business Plan Ekonomi Produktif
Campaign

Komunitas Wolosina Watoboki Dan Riang Lela Rancang Business Plan Ekonomi Produktif

Pionir Transisi Energi, YPPS Perkuat Kepemimpinan Perempuan Agen GEDSI di Flores Timur
Campaign

Pionir Transisi Energi, YPPS Perkuat Kepemimpinan Perempuan Agen GEDSI di Flores Timur

Next Post
Kebun Belajar LIBERTI-YPPS

Kebun Belajar LIBERTI-YPPS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

SILC Spensano, Ruang Belajar Finansial di Komunitas Pendidikan

SILC Spensano, Ruang Belajar Finansial di Komunitas Pendidikan

SILC Perkarin Desa Homa Membuktikan Perempuan Memimpin Transisi Energi dengan Aset Rp62,6 Juta

SILC Perkarin Desa Homa Membuktikan Perempuan Memimpin Transisi Energi dengan Aset Rp62,6 Juta

Perjalanan Pertama Rianti ke Dunia yang Lebih Luas: Catatan dari CBA20 Manila 2026

Perjalanan Pertama Rianti ke Dunia yang Lebih Luas: Catatan dari CBA20 Manila 2026

Instagram Facebook Twitter Youtube
Kawan YPPS

Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) Kabupaten Flores Timur

© 2022 - YPPS Kabupaten Flores Timur

No Result
View All Result
  • Home
  • Program YPPS
  • News
  • Profil YPPS
    • Sejarah
    • Kemitraan
    • Kondisi Terkini

© 2022 - YPPS Kabupaten Flores Timur