Kawan YPPS
  • Home
  • Program YPPS
  • News
  • Profil YPPS
    • Sejarah
    • Kemitraan
    • Kondisi Terkini
No Result
View All Result
  • Home
  • Program YPPS
  • News
  • Profil YPPS
    • Sejarah
    • Kemitraan
    • Kondisi Terkini
No Result
View All Result
Kawan YPPS
No Result
View All Result
Home Program YPPS
Tanpa Bank, Tanpa Rentenir, Silc Uto Wain Himpun Rp79 Juta Dan Bagi Keuntungan

Tanpa Bank, Tanpa Rentenir, Silc Uto Wain Himpun Rp79 Juta Dan Bagi Keuntungan

KawanYPPS by KawanYPPS
Juni 14, 2026
in Program YPPS, SILC
0
0
SHARES
74
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Penutupan Siklus Silc komunitas Uto Wain/ KawanYpps

Hanya dalam sembilan bulan, 17 warga di Lingkungan V Waibalun berhasil menghimpun simpanan sebesar Rp74,37 juta dan membagikan hasil usaha lebih dari Rp5 juta. Capaian itu bukan lahir dari koperasi besar atau lembaga keuangan formal, melainkan dari sebuah kelompok swadaya masyarakat bernama SILC Uto Wain Bersinar yang bertumbuh dari semangat gotong royong dan disiplin menabung.

Ditengah meningkatnya kebutuhan ekonomi rumah tangga, akses terhadap sumber pembiayaan yang mudah, aman, dan terjangkau masih menjadi tantangan bagi banyak keluarga. Tidak sedikit masyarakat yang akhirnya bergantung pada pinjaman berbunga tinggi untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Namun, pengalaman berbeda ditunjukkan oleh anggota Saving and Internal Lending Community (SILC) Uto Wain Bersinar di Lingkungan V Waibalun.

Kelompok yang berbasis pada Komunitas Basis Grejawi(KBG) Bunda Segala Bangsa ini terbentuk pada 4 Oktober 2025 beranggotakan 17 orang. Komunitas SILC dengan 13 perempuan dan 4 laki-laki ini telah menyelesaikan siklus pertamanya pada 13 Juni 2026. Dalam kurun sembilan bulan, kelompok ini berhasil menghimpun total simpanan anggota sebesar Rp74,37 juta dan membukukan pendapatan kelompok sebesar Rp5,008 juta.

Bagi para anggota, capaian tersebut bukan sekadar angka. Di baliknya terdapat proses belajar mengelola keuangan, membangun disiplin, dan memperkuat solidaritas antaranggota. “SILC menjadi salah satu jalan untuk membebaskan diri dari rentenir. Denda pelanggaran yang sangat rendah menunjukkan bahwa anggota mampu menjaga disiplin kelompok,” ujar Nikolaus Leolmin saat penutupan siklus pertama.

Sebagian besar pendapatan kelompok berasal dari bunga pinjaman yang mencapai Rp4,865 juta atau sekitar 97 persen dari total pendapatan. Sementara pendapatan dari denda hanya Rp143 ribu atau 2,9 persen. Komposisi ini menunjukkan tingginya tingkat kepatuhan anggota terhadap aturan yang telah disepakati bersama.

Selain menjadi sarana menabung, SILC juga berfungsi sebagai lembaga keuangan komunitas yang membantu anggota memenuhi kebutuhan mendesak tanpa prosedur yang rumit. Ketua kelompok, Maria Muda Kromen, mengaku dua kali memanfaatkan pinjaman SILC untuk membiayai pendidikan anaknya. “Melalui SILC saya belajar menabung dengan tujuan yang jelas. Pinjaman yang saya ambil digunakan untuk biaya pendidikan anak, sedangkan simpanan yang saya terima hari ini sudah direncanakan untuk membayar biaya kost anak,” katanya.

Pengalaman serupa dirasakan Anastasia Benga Angin. Menurutnya, SILC bukan hanya membantu menyediakan akses keuangan, tetapi juga melatih anggota untuk lebih disiplin dalam merencanakan pengeluaran dan pembayaran pinjaman. “SILC membantu saya membangun disiplin keuangan. Saat meminjam, saya harus merencanakan bagaimana mengangsur. Kebiasaan itu membuat pengelolaan keuangan menjadi lebih tertata,” ujarnya.

Anastasia menjadi anggota dengan total simpanan terbesar pada siklus pertama, yakni Rp9,3 juta. Dari hasil usaha kelompok, ia juga menerima pembagian keuntungan terbesar sebesar Rp626.253.

Keberhasilan SILC Uto Wain Bersinar tidak hanya diukur dari besarnya simpanan atau keuntungan yang dibagikan. Yang lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran bersama bahwa persoalan keuangan dapat diatasi melalui kebersamaan dan perencanaan yang baik. Vian Tukan, salah satu anggota, menilai pertemuan mingguan menjadi kekuatan utama kelompok. Selain memudahkan anggota mengakses pinjaman saat dibutuhkan, pertemuan rutin juga memperkuat rasa saling percaya di antara anggota.

“Kami menyadari masih memiliki banyak kelemahan dalam mengelola keuangan pribadi. SILC memberi ruang untuk belajar dan saling membantu. Karena itu kami berharap kelompok ini terus berlanjut dan semakin banyak warga yang bergabung,” katanya. Perjalanan sembilan bulan SILC Uto Wain Bersinar menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak selalu membutuhkan modal besar dari luar. Dengan kedisiplinan, transparansi, dan semangat gotong royong, kelompok kecil di tingkat lingkungan pun mampu membangun sistem keuangan yang sehat dan bermanfaat bagi anggotanya.

Dari Waibalun, sebuah pelajaran sederhana kembali ditegaskan: perubahan ekonomi keluarga sering kali dimulai dari kebiasaan kecil untuk menabung, saling percaya, dan bertumbuh bersama.

Penulis: SP Pati Hokor/ Ypps

Suport Data: Antonius Ado Within/ Pendamping Silc Utowain – Ypps

Tags: EkonomiEkonomi rumah tanggaflores timurSILC

Related Posts

Komunitas Wolosina Watoboki Dan Riang Lela Rancang Business Plan Ekonomi Produktif
Campaign

Komunitas Wolosina Watoboki Dan Riang Lela Rancang Business Plan Ekonomi Produktif

Pionir Transisi Energi, YPPS Perkuat Kepemimpinan Perempuan Agen GEDSI di Flores Timur
Campaign

Pionir Transisi Energi, YPPS Perkuat Kepemimpinan Perempuan Agen GEDSI di Flores Timur

BAPPERIDA Flores Timur Perkuat Strategi EBT Inklusif, Targetkan 50 Persen Rumah Tangga Gunakan Briket
New Post

BAPPERIDA Flores Timur Perkuat Strategi EBT Inklusif, Targetkan 50 Persen Rumah Tangga Gunakan Briket

Flores Timur Genjot Transisi Energi, Briket Jadi Target Utama Rumah Tangga
News

Flores Timur Genjot Transisi Energi, Briket Jadi Target Utama Rumah Tangga

Menabung Iman, Menuai Kemandirian: Kisah SILC Sorong Hode Lewo Menghimpun Aset Rp35 Juta
Program YPPS

Menabung Iman, Menuai Kemandirian: Kisah SILC Sorong Hode Lewo Menghimpun Aset Rp35 Juta

Literasi Maju, Desa Berkembang: Perpustakaan Waibao Jadi yang Terbaik di Flores Timur
Campaign

Literasi Maju, Desa Berkembang: Perpustakaan Waibao Jadi yang Terbaik di Flores Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Tanpa Bank, Tanpa Rentenir, Silc Uto Wain Himpun Rp79 Juta Dan Bagi Keuntungan

Tanpa Bank, Tanpa Rentenir, Silc Uto Wain Himpun Rp79 Juta Dan Bagi Keuntungan

Komunitas Wolosina Watoboki Dan Riang Lela Rancang Business Plan Ekonomi Produktif

Komunitas Wolosina Watoboki Dan Riang Lela Rancang Business Plan Ekonomi Produktif

Pionir Transisi Energi, YPPS Perkuat Kepemimpinan Perempuan Agen GEDSI di Flores Timur

Pionir Transisi Energi, YPPS Perkuat Kepemimpinan Perempuan Agen GEDSI di Flores Timur

Instagram Facebook Twitter Youtube
Kawan YPPS

Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) Kabupaten Flores Timur

© 2022 - YPPS Kabupaten Flores Timur

No Result
View All Result
  • Home
  • Program YPPS
  • News
  • Profil YPPS
    • Sejarah
    • Kemitraan
    • Kondisi Terkini

© 2022 - YPPS Kabupaten Flores Timur