Kawan YPPS
  • Home
  • Program YPPS
  • News
  • Profil YPPS
    • Sejarah
    • Kemitraan
    • Kondisi Terkini
No Result
View All Result
  • Home
  • Program YPPS
  • News
  • Profil YPPS
    • Sejarah
    • Kemitraan
    • Kondisi Terkini
No Result
View All Result
Kawan YPPS
No Result
View All Result
Home New Post
SILC Spensano, Ruang Belajar Finansial di Komunitas Pendidikan

SILC Spensano, Ruang Belajar Finansial di Komunitas Pendidikan

KawanYPPS by KawanYPPS
Juli 3, 2026
in New Post, News, PAR IV CORRECT, Program YPPS
0
0
SHARES
39
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Foto Bersama Anggota SILC Spensano Pasca kegiatan Penutupan Siklus/KawanYPPS

Kelompok Saving and Internal Lending Community (SILC) SMP Negeri Satu Atap Nobo (Spensano), Kecamatan Ile Bura, lahir pada Desember 2025. Awalnya, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Desa Nobo mengajak warga sekolah mengikuti aksi penghijauan melalui penanaman bibit pohon. Dalam kegiatan tersebut, pengurus KSB berbagi pengalaman tentang keberhasilan kelompok-kelompok SILC di Desa Nobo.

Cerita mengenai manfaat menabung, kemudahan memperoleh pinjaman, dan perubahan perilaku dalam mengelola keuangan menarik perhatian pihak sekolah hingga mendorong diskusi lebih mendalam. Dari sinilah lahir kesepakatan membentuk SILC Spensano sebagai wadah bagi guru dan tenaga kependidikan untuk belajar menabung, saling membantu, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Pembentukan SILC Spensano merupakan bagian dari Program PAR IV CORRECT, kerja sama Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) dan Catholic Relief Services (CRS). Program ini bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana yang berulang di Flores Timur sekaligus memperkuat pemulihan ekonomi pascabencana melalui kelompok tabungan dan pinjaman. Berbekal semangat tersebut, SILC Spensano dibentuk dengan 21 anggota yang terdiri atas guru dan tenaga administrasi sekolah.

Yang membuat SILC Spensano berbeda dari kelompok lainnya adalah penyesuaian siklus SILC dengan kalender akademik sekolah. Melalui kesepakatan yang dituangkan dalam konstitusi, SILC menerapkan siklus enam bulan, dengan penutupan kelompok setiap Juni dan Desember, tepat sebelum masa libur sekolah. Kesepakatan ini dibuat untuk menjaga keamanan aset bersama sekaligus membantu anggota memenuhi kebutuhan keluarga selama liburan, terutama kebutuhan pendidikan anak. Penyesuaian tersebut menegaskan prinsip SILC dapat diterapkan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan komunitas tanpa mengurangi nilai-nilai dasar yang menjadi pedomannya.

Selama enam bulan menjalani siklus pertama yang berakhir bersamaan dengan penutupan Tahun Pelajaran 2025/2026, SILC Spensano membuktikan prinsip-prinsip SILC dapat diterapkan dengan baik. Seluruh kegiatan berjalan sesuai konstitusi kelompok yang telah disepakati bersama. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dedikasi komite manajemen yang terus mendorong anggota untuk rajin menabung, hidup lebih hemat, serta mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

24 kali transaki berjalan perubahan mulai terlihat dari pengalaman para anggotanya. Ketua kelompok, Sofia Soge, merasakan manfaat nyata sejak bergabung dengan SILC. Kini, ia dapat menabung untuk mempersiapkan biaya kuliah anaknya tanpa harus mengajukan pinjaman baru. Ia belajar mengendalikan pengeluaran yang tidak mendesak dan menyadari SILC bukan sekadar tempat menyimpan uang, tetapi juga membentuk kebiasaan disiplin dan tanggung jawab.

Kisah serupa dialami Albertus Todo salah satu pegawai Spensano. Dahulu ia dikenal boros dan kurang memperhatikan pengelolaan keuangan. Setelah aktif mengikuti SILC, ia mulai hidup lebih hemat dan rutin menabung. Hasilnya, ia berhasil mengumpulkan aset yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. Baginya, aset dibangun dari kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten.

Cerita inspiratif lainnya datang dari Sebastianus Rae Tobi. Berkat dorongan bendahara kelompok, ia mulai mengurangi kebiasaan berbelanja daring dan rutin menabung. Dalam satu siklus, ia berhasil mengumpulkan aset sebesar Rp6.500.000. Keberhasilan itu membuatnya semakin yakin akan manfaat SILC dan berencana mengajak istrinya bergabung pada siklus berikutnya.

Perubahan tersebut menunjukkan SILC Spensano bukan sekadar kelompok simpan pinjam, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama yang membangun disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran mengelola keuangan keluarga.

Selama Enam bulan pelaksanaan siklus pertama, kelompok ini berhasil menghimpun aset sebesar Rp118.953.000, yang terdiri atas simpanan anggota Rp115.266.000, pendapatan bunga pinjaman Rp3.350.000, dan denda Rp337.000. Dana pinjaman dimanfaatkan anggota untuk biaya pendidikan anak, biaya kesehatan, dan tambahan modal usaha. Selain itu, seluruh anggota juga berhasil mengumpulkan dana sosial sebesar Rp1.172.000 untuk membantu anggota yang mengalami keadaan darurat, seperti sakit maupun kedukaan keluarga.

Keberhasilan siklus pertama membuktikan perubahan besar dapat dimulai dari sebuah percakapan sederhana. Berawal dari kegiatan penghijauan, SILC Spensano tumbuh menjadi wadah yang tidak hanya memperkuat ekonomi anggotanya, tetapi juga membangun budaya menabung, gotong royong, dan ketahanan keluarga sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan

Penulis: Bunda Tres/Ypps

Editor: Karlos Ola & SP Pati Hokor/Ypps

Tags: adaptasi iklimaksi ketahanan iklimflores timurpertanian adaptif kekeringan

Related Posts

SILC Perkarin Desa Homa Membuktikan Perempuan Memimpin Transisi Energi dengan Aset Rp62,6 Juta
New Post

SILC Perkarin Desa Homa Membuktikan Perempuan Memimpin Transisi Energi dengan Aset Rp62,6 Juta

Perjalanan Pertama Rianti ke Dunia yang Lebih Luas: Catatan dari CBA20 Manila 2026
Salam

Perjalanan Pertama Rianti ke Dunia yang Lebih Luas: Catatan dari CBA20 Manila 2026

Tanpa Bank, Tanpa Rentenir, Silc Uto Wain Himpun Rp79 Juta Dan Bagi Keuntungan
Program YPPS

Tanpa Bank, Tanpa Rentenir, Silc Uto Wain Himpun Rp79 Juta Dan Bagi Keuntungan

Komunitas Wolosina Watoboki Dan Riang Lela Rancang Business Plan Ekonomi Produktif
Campaign

Komunitas Wolosina Watoboki Dan Riang Lela Rancang Business Plan Ekonomi Produktif

Pionir Transisi Energi, YPPS Perkuat Kepemimpinan Perempuan Agen GEDSI di Flores Timur
Campaign

Pionir Transisi Energi, YPPS Perkuat Kepemimpinan Perempuan Agen GEDSI di Flores Timur

BAPPERIDA Flores Timur Perkuat Strategi EBT Inklusif, Targetkan 50 Persen Rumah Tangga Gunakan Briket
New Post

BAPPERIDA Flores Timur Perkuat Strategi EBT Inklusif, Targetkan 50 Persen Rumah Tangga Gunakan Briket

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

SILC Spensano, Ruang Belajar Finansial di Komunitas Pendidikan

SILC Spensano, Ruang Belajar Finansial di Komunitas Pendidikan

SILC Perkarin Desa Homa Membuktikan Perempuan Memimpin Transisi Energi dengan Aset Rp62,6 Juta

SILC Perkarin Desa Homa Membuktikan Perempuan Memimpin Transisi Energi dengan Aset Rp62,6 Juta

Perjalanan Pertama Rianti ke Dunia yang Lebih Luas: Catatan dari CBA20 Manila 2026

Perjalanan Pertama Rianti ke Dunia yang Lebih Luas: Catatan dari CBA20 Manila 2026

Instagram Facebook Twitter Youtube
Kawan YPPS

Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) Kabupaten Flores Timur

© 2022 - YPPS Kabupaten Flores Timur

No Result
View All Result
  • Home
  • Program YPPS
  • News
  • Profil YPPS
    • Sejarah
    • Kemitraan
    • Kondisi Terkini

© 2022 - YPPS Kabupaten Flores Timur