Kawan YPPS
  • Home
  • Program YPPS
  • News
  • Profil YPPS
    • Sejarah
    • Kemitraan
    • Kondisi Terkini
No Result
View All Result
  • Home
  • Program YPPS
  • News
  • Profil YPPS
    • Sejarah
    • Kemitraan
    • Kondisi Terkini
No Result
View All Result
Kawan YPPS
No Result
View All Result
Home Program YPPS
Anton Kerobi Kemaun: “…membakar juga bagian dari merusak alam, pastinya kami tidak lakukan lagi”

Anton Kerobi Kemaun: “…membakar juga bagian dari merusak alam, pastinya kami tidak lakukan lagi”

KawanYPPS by KawanYPPS
November 19, 2022
in Program YPPS
0
0
SHARES
71
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Bung Sila & Ibu Petronela Kleden/ kawan ypps

Jumat 11 November 2022, di lahan milik Demplot I kelompok Tani desa Mokantarak kami melakukan penebaran mulsa bersama ibu Petronela Kleden yang adalah Penyuluh Pertanian Lapangan(PPL) untuk desa Mokantarak. Ibu dengan sapaan ibu Nel ini merupakan salah satu peserta Pelatihan Pertanian Konservasi dan Cerdas Iklim yang digelar Yayasan Pengkajian Pengembangan Sosial pada program Incident tanggal 7-8 November 2022 lalu.

Menurut ibu Nell moment penebaran mulsa ini sangat baik karena bisa bertemu dengan para petani. “Sebagaimana biasanya, sebelum dilaksanakan Pelatihan Pertanian Konservasi dan Cerdas Iklim bagi PPL, sebagai PPL jarang sekali kami berkomunikasi kecuali ada kegiatan formal. Keberadaan pelatihan ini membantu kami lebih dekat dengan para petani seperti komunikasi yang intens dengan mereka” cerita ibu Nell.

Adapun kesan ibu Nell setelah mendapatkan pelatihan Pertanian Konservasi dan Cerdas Iklim. “konsep pertanian konservasi dan cerdas iklim yang saya dapatkan saat pelatihan sangat cocok diterapkan di lahan pertanian kabupaten Flores Timur dengan kategori, lahan kering, cadas berbatu dengan topografi berbukit-bukit. Metode pengolahan lahan seperti olah lubang, dan pembuatan terasering membuat kita lebih focus pada bagian yang mau ditanam saja,  Sehingga tanah tidak perlu dicangkul secara keseluruhan tetapi hanya pada lokasi tanam saja”.

Selain olah lobang ibu Nell juga mengakui bahwa metode pengolahan lahan ramah lingkungan lain yang dianggap baik yaitu pemanfaatan dedaunan sebagai mulsa yang mana berfungsi untuk menjaga kelembaban tanah dan mencegah pertumbuhan gulma. Adapun kebiasaan Bertani kita yang masih keliru dan dapat menyumbang pemanasan global yaitu membakar dan mencangkul lahan. Praktek demikian secara teori dapat melepaskan gas karbon ke atmosfer.

Anton Kerobi Kemaun/Kawan ypps

Ketua Gapoktan dan Hutan desa Mokantarak yang juga sebagai salah satu petani dampingan program Incident bapak Anton Kerobi Kemaun mengatakan praktik bertani tidak membakar dan pemulsaan adalah cara terbaik untuk keberlanjutan. “menurut saya bertani dengan tidak bakar dan penebaran daun (mulsa) dapat meningkatkan kesuburan tanah  secara alami dari tahun ke tahun. Namun sayangnya kami sudah membakar semua dedaunan kering sebagai mulsa organik itu.  Sekarang baru saya mulai sadar, manfaat pemulsaan itu setelah mendapat penjelasan dari fasilitator INCIDENT lewat praktik bertani cerdas iklim di lahan dempot yang kebetulan berbatasan langsung dengan lahan saya”. Sesal bapak berumur 68 tahun itu. “Sebetulnya tujuan kami membakar itu selain terkait ritual adat kami juga untuk meringankan beban kami terkait banyaknya ranting dan pepohonan yang kami  sudah tebang saat buka lahan baru. Sehingga kalau pakai tenaga manual sampai kapan baru lahan ini tidak bisa ditanam. Namun demikian membakar juga bagian dari menyumbang gas carbon, pastimya kami tidak lakukan lagi” lanjutnya

Penulis: Bung Sila/ Editor: SP Pati Hokor

Tags: aksi ketahanan iklimdemplotincidentpertanian regeneratifPerubahan Iklim

Related Posts

Menabung Iman, Menuai Kemandirian: Kisah SILC Sorong Hode Lewo Menghimpun Aset Rp35 Juta
Program YPPS

Menabung Iman, Menuai Kemandirian: Kisah SILC Sorong Hode Lewo Menghimpun Aset Rp35 Juta

Literasi Maju, Desa Berkembang: Perpustakaan Waibao Jadi yang Terbaik di Flores Timur
Campaign

Literasi Maju, Desa Berkembang: Perpustakaan Waibao Jadi yang Terbaik di Flores Timur

Suara KB dari Pengungsian: Perjuangan Mama Yana di Desa Nobo
Campaign

Suara KB dari Pengungsian: Perjuangan Mama Yana di Desa Nobo

Dari Kebun, Dapur, Pasar, hingga Panggung
New Post

Dari Kebun, Dapur, Pasar, hingga Panggung

Robertus Rota Hage, Petani Tangguh yang Kini Menjadi Pemimpin KSB Ditengah Bencana Erupsi Gunung
New Post

Robertus Rota Hage, Petani Tangguh yang Kini Menjadi Pemimpin KSB Ditengah Bencana Erupsi Gunung

Dari Tsunami ke Bengkel Las: Perjalanan Hery Membangun Waibao
Campaign

Dari Tsunami ke Bengkel Las: Perjalanan Hery Membangun Waibao

Next Post
Training Of Trainer (TOT) Pertanian Konservasi dan Cerdas Iklim Bagi Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Flores Timur

Training Of Trainer (TOT) Pertanian Konservasi dan Cerdas Iklim Bagi Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Flores Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Menabung Iman, Menuai Kemandirian: Kisah SILC Sorong Hode Lewo Menghimpun Aset Rp35 Juta

Menabung Iman, Menuai Kemandirian: Kisah SILC Sorong Hode Lewo Menghimpun Aset Rp35 Juta

Literasi Maju, Desa Berkembang: Perpustakaan Waibao Jadi yang Terbaik di Flores Timur

Literasi Maju, Desa Berkembang: Perpustakaan Waibao Jadi yang Terbaik di Flores Timur

Keterbukaan Puskesmas dalam Menerima Umpan Balik Masyarakat dalam Layanan Kesehatan Reproduksi di Kabupaten Flores Timur  

Keterbukaan Puskesmas dalam Menerima Umpan Balik Masyarakat dalam Layanan Kesehatan Reproduksi di Kabupaten Flores Timur  

Instagram Facebook Twitter Youtube
Kawan YPPS

Yayasan Pengkajian dan Pengembangan Sosial (YPPS) Kabupaten Flores Timur

© 2022 - YPPS Kabupaten Flores Timur

No Result
View All Result
  • Home
  • Program YPPS
  • News
  • Profil YPPS
    • Sejarah
    • Kemitraan
    • Kondisi Terkini

© 2022 - YPPS Kabupaten Flores Timur