
Desa Serinuho, Kamis, 27 Agustus 2026
Siang yang panas di Posyandu Kwutalewun, terasa lebih sejuk oleh angin kencang dan suasana penuh tawa. Sebanyak 18 anggota SILC Komunitas Waimatan berkumpul menutup Siklus Kedua dengan semangat kekeluargaan.
Penutupan Siklus Kedua tahun 2026 menjadi momentum penting bagi 18 anggota SILC Komunitas Waimatan untuk menikmati hasil dari kedisiplinan mereka menabung dan mengelola keuangan bersama. Selama satu siklus, kelompok berhasil menghimpun simpanan pokok anggota sebesar Rp30.685.000, ditambah bunga pinjaman Rp2.375.000, denda Rp119.000, dan dana sosial Rp1.758.000, dengan total pemasukan mencapai Rp34.937.000.
Setelah dana sosial dan biaya operasional kelompok disalurkan, sebesar Rp33.179.000 dibagikan kembali kepada para anggota. angka tersebut meningkat 20% dari Siklus pertama yakni sebesar 12 Juta rupiah.
Bagi Ursula Uto Kelen, 53 tahun, ibu enam anak yang bersama suaminya bekerja sebagai penyadap tuak, SILC telah membuka keberanian baru. Hasil yang diterimanya mencapai Rp2.456.500, meningkat dari Rp950.000 pada 2025 lalu. “Siklus kedua ini saya semakin berani meminjam. Saya pinjam untuk kebutuhan sekolah anak. Kalau pinjam di koperasi harian atau mingguan, pengembaliannya bisa dua kali lipat. Kami jelas sangat rugi,” tuturnya.
Cerita serupa datang dari Hermina Danung Siubera, 28 tahun, ibu tiga anak. Dengan hasil SILC sebesar Rp2.399.500, ia akhirnya memiliki kuali besar yang selama ini hanya menjadi impian. “Kalau ada hajatan keluarga, sekarang saya tidak perlu pinjam lagi ke orang lain,” katanya.

Menurut Ketua SILC, Antonela Jawa Kumanireng, 53 tahun, kelompok juga mengembangkan arisan perabot rumah tangga. “Dengan adanya arisan, kami mampu menabung mulai dari Rp5.000 per minggu hingga bisa membeli kuali besar, mixer, blender, piring, gelas, sendok dan kebutuhan lainnya.”
Kepala Desa Serinuho, Herman Yosep Lado Koten, mengapresiasi YPPS yang tetap setia mendampingi masyarakat Serinuho. Ia menegaskan SILC telah membantu masyarakat memahami pentingnya menabung serta mengurangi ketergantungan pada pinjaman koperasi harian dan mingguan dengan bunga tinggi.
Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah desa untuk memperkuat keberlanjutan kelompok SILC. “Jika memungkinkan akan ada pengalihan anggaran untuk mendukung komunitas ini pada perubahan anggaran tahun 2026 pada bulan September mendatang. Tahun depan, 2027, saya berkomitmen agar SILC dan Konten masuk dalam rencana anggaran Desa Serinuho.”
Menurutnya, dukungan anggaran perlu berjalan bersama dengan peningkatan kapasitas anggota dan pengurus kelompok. “Komunitas SILC di Desa Serinuho rata-rata masih sangat membutuhkan pendampingan terkait literasi keuangan dan tata kelola keuangan dalam SILC. Minimal semua pengurus harus mengikuti pelatihan ini. Pemerintah desa berencana melakukan kegiatan tersebut dan akan berkolaborasi dengan YPPS.”
Penulis: SP Pati Hokor/ ypps






